RIAUSKY.COM - Jambret…! Jambret…!” Teriak dua omak-omak ketika melintas di Jalan Sei Musi Kelurahan Babura Kecamatan Medan Sunggal. Warga yang mendengar teriakan itu pun sontak mencari arah suara.
Sesaat kemudian, “Braakkk…!” Suara benturan keras menyambut teriakan itu. Setelah didekati, suara tersebut berasal dari benturan kreta Honda Sonic, BK 6154 AHK, yang dikemudikan dua pria yang dituding sebagai jambret. Akibatnya, seorang terkapar berlumuran darah di lokasi, sementara seorang lagi langsung diamankan warga, Jumat (29/6) sekira Jam 15.00 WIB.
Kedua pelaku yakni Riski (23) dan Abdul (25) warga Jalan Banteng Setia Luhur, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia. Dari tangan keduanya, warga mengamankan tas berwarna coklat milik Sarifah (30) warga Jalan Sunggal. Informasi diperoleh di lokasi, kejadian itu berawal saat Sarifah bersama temannya Dani (34) melintas mengendarai kreta Honda Beat, BK 2399 AHK, dari Jalan Sei Ular Baru menuju Jalan Darussalam.
Tiba di lokasi, dua pria yang diduga sudah membuntuti omak-omak itu langsung merampas tas sandang milik Sarifah. Spontan, Sarifah berteriak untuk mengundang perhatian warga. Riski diamankan. (Putra/metro24jam.com)
“Kami baru pulang daftarkan anak ke sekolah SMK 9. Jadi, kami mau ke Peringgan beli payet untuk jahit baju, langsung disalip kami sama mereka,” ungkap Dani di lokasi kejadian seperti dilansir Metro24jam.com.
Rupanya, mendengar jeritan dua omak-omak itu, Abdul yang menjadi joki langsung gugup. Alhasil, laju kendaraan pun tak dapat dikuasai. Sesaat kemudian kereta yang dikemudikannya sudah menghantam tembok pagar Yayasan Darul Rasyid. Seketika, darah segar mengalir dari kepala Abdul. Sementara Riski sempat berusaha ingin kabur.
Namun warga yang sudah ramai mengepung lokasi langsung mengamankannya. “Nabrak tembok itu dia, kawannya mau lari. Tapi langsung ditangkap warga,” lanjut Dani.
Sementara menurut kepala lingkungan 10, Zuhri, aksi penjambretan di lokasi belakangan jarang terjadi. Namun akhir-akhir ini kembali marak terjadi.
“Kemarin, sudah agak jarang dengar kejadian di sini. Baru inilah kejadian lagi. Itupun pelakunya nggak ada kami apa-apain. Yang meninggal itu pun karena nabrak tembok, bukan karena dipukuli,” ucapnya ditemui di lokasi.
Sementara itu, seorang warga mengatakan, bahwa Abdul merupakan pemain lama dan sering terlihat melakukan aksi serupa. “Pemain lama ini bang, aku kenal sama anak ini,” ucap pria yang mengenakan sweater itu sambil meninggalkan lokasi.
Sedangkan Riski, ketika ditanyai mengaku baru pertama kali melakukan aksi penjambretan. Dia juga berkilah kalau aksi itu dilakukannya atas ajakan Abdul.
“Baru pertama kali aku bang, itupun diajak dia. Kereta itu punya dia, aku yang narek tas ibu itu, si Abdul yang bawa kereta,” kilahnya.
Pantauan di lokasi, Abdul mengalami luka di bagian kepala. Darah segar masih terus mengalir dari kepala pria yang mengenakan sweater hitam itu. Selain itu, tampak bahu Abdul juga mengalami patah tulang akibat benturan keras yang dialaminya.
“Sempat cengap-cengap tadi bang, tapi nggak ada yang mau nolong,” ucap warga lain di lokasi.
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Budiman Simanjuntak, yang dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Dikatakannya, pihaknya saat ini sedang menunggu korban membuat laporan pengaduan.
“Benar, seorang pelaku tewas dan kita bawa ke rumah sakit Bhayangkara. Sementara seorang lagi sudah kita amankan sembari menunggu korban membuat laporan,” jawabnya. (*)